Mengenal Perbedaan Cincin Kawin Emas Kuning, Emas Putih dan Rose Gold

Wednesday, August 23rd 2017. | Fashion


Cincin pernikahan atau cincin kawin sangat mempesona dengan keindahan yang terpancar dari beragam hiasan yang melengkapinya, seperti batu permata atau bahkan berlian. Tak hanya itu, cincin pernikahan juga terlihat semakin mempesona karena bahan dasar pembuatan cincin tersebut, entah itu dari emas putih, emas kuning ataupun rose gold. Nah dengan mengenal perbedaan ketiga bahan dasar pembuatan cincin tersebut akan membantu kamu memilih cincin kawin yang tepat untuk sang pujaan hati.

Perbedaan Cincin Emas Kuning, Emas Putih dan Rose Gold

Nah, terkait cincin kawin, kali ini kami akan ulas tentang perbedaan cincin kawin yang terbuat dari emas putih, emas kuning dan rose gold. Apa saja perbedaannya? Berikut ini ulasannya:

1. Cincin kawin yang Terbuat dari Emas Kuning

Berdasarkan tingkat kualitasnya, jenis cincin kawin yang terbuat dari bahan emas kuning memiliki kadar dari 45% sampai 99,9%. Pada umumnya jenis cincin emas kuning terbuat dari emas murni yang berkadar 99,9%. Proses pembuatannya dengan teknik pencampuran bahan silver atau aloy kuning. Apabila kamu memilih jenis cincin emas ini maka kelak cincin yang kamu kenakan bersama pasangan akan terlihat selalu berkilau, mengkilap dan senantiasa mempesona.

2. Cincin Kawin Emas Putih
Dibandingkan dengan bahan-bahan lainnya, cincin kawin dengan bahan emas putih tergolong rumit dalam proses pembuatannya. Biasanya jenis cincin yang terbuat dari emas putih ini sangat keras saat proses pembentukannya. Maka dari itu terdapat 2 cara yang diterapkan saat proses pembuatannya:

• Pada cara pertama, proses pembuatan cincin kawin berbahan emas putih tak memiliki perbedaan yang sangat mendasar selayaknya pada proses pembuatan cincin kawin berbahan emas kuning. Perbedaannya hanya pada proses finishing. Pada proses finishing cincin kemudian dilapisi dengan bahan khusus yakni rhodium sehingga membuat cincin berwarna putih mengkilap, Namun, jika cincin tersebut telah lama digunakan maka secara perlahan kilauan warna putihnya akan sedikit demi sedikit memudar dan berubah kembali menjadi warna dasarnya yakni berwarna kuning.

• Pada cara kedua ini akan menghasilkan warna putih mengkilap yang tahan lama meski cincin tersebut telah dikenakan selama bertahun-tahun. Namun, cincin pernikahan emas putih ini juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya:
– Kadar emas maksimal hanya mencapai 50%.
– Warna putih yang akan terlihat semu kuning jika terkena pencahayaan yang maksimal.
– Harga yang lebih mahal dibandingkan harga emas kuning.
– Tidak cocok digunakan untuk investasi jangka panjang karena harga jual yang terus mengalami penurunan.

3. Cincin Kawin Berbahan Rose Gold

Cincin Emas Rose Gold merupakan jenis emas dengan warna pink agak tua atau kemerahan. Warna ini dikenal sebagai warna dasar cincin pernikahan. Oleh karena itu jenis cincin ini tidak akan mengalami perubahan warna meskipun telah dipakai selama bertahun-tahun. Dalam proses pembuatannya, cincin pernikahan rose gold tidak memiliki perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan proses pembuatan cincin pernikahan emas lainnya kecuali pada proses pembuatan cincin berbahan emas putih dalam tahap dua.

Yang menyebabkan perbedaan keduanya ialah pada bahan campurannya. Bahan campuran cincin pernikahan rose gold menggunakan campuran bahan yang menyebabkan cincin tampak berwarna kemilauan dengan dominasi warna kemerah-merahan. Untuk kadar emasnya, cincin pernikahan rose gold memiliki kadar emas yang bervariasi seperti halnya yang dimiliki emas kuning yakni 45% hingga 95%.

Nah, itulah ulasan tentang perbedaan cincin kawin yang terbuat dari emas putih, emas kuning dan rose gold. Semoga ulasan di atas bermanfaat membantu kamu dalam memilih cincin kawin yang tepat. Jika mau membeli cincin emas silahkan cek di http://spillajewelry.com